Apa itu SSH dan Apa Manfaat serta Cara Kerjanya

Feb 20, 2021

Pernahkah Anda berfikir untuk mengontrol perangkat lain walaupun posisi atau jaraknya sangat jauh terpisah? Dengan teknologi yang semakin canggih tentu hal itu bisa Anda lakukan.

SSH atau dikenal dengan Secure Shell Connection. SSH ini bisa Anda gunakan untuk melakukan remote server atau perangkat lain yang terdeteksi dengan jaringan internet.

Namun bagaimana cara kerjanya? Mari simak artikel ini sampai akhir ya.

Apa Itu SSH

SSH atau Secure Shell Connection adalah sebuah protokol administrasi yang memungkinkan penggunanya untuk mengakses dan memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam server.

Koneksi yang terjadi SSH dienkripsi menggunakan beberapa teknologi, seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya merupakan teknik kriptografi yang menjamin koneksi yang terenkripsi.

Apabila Anda menggunakan SSH, Anda akan mempunyai opso untuk melakukan autentikasi pengguna remote sebelum melakukan koneksi.

Nah jadi SSH ini memudahkan Anda untuk mengelola server tanpa harus datang ke lokasi fisik server. Tidak hanya server saja, Anda dapat memanfaatkan SSH untuk mengatur dan mengelola komputer maupun perangkat desktop yang ada di jaringan yang sama tanpa harus menyentuh perangkat tersebut atau secara daring.

Berikutnya adalah manfaat jika Anda menggunakan SSH.

Manfaat SSH

1. Bebas Mengontrol Hosting

SSH memungkinkan Anda dapat memiliki hak penuh untuk mengontrol hosting. Dengan jarak jauh dan tidak perlu mendatangi lokasi server fisik, Anda bebas memantau log server, menginstal atau menghapus instalasi aplikasi, dan banyak lagi yang lainnya.

2. Menghindari Cyber Crime

Untuk menghindari Cyber Crime, SSH menyediakan teknik kriptografi kunci tertentu. Dengan teknik ini, SSH dapat memutus koneksi ketika ada hacker yang masuk.

3. Keamanan Ketat dengan Sistem Autentikasi

SSH memungkinkan enkripsi data sehingga hacker tidak bisa meretas password dan informasi pengguna.

Cara Kerja SSH

Untuk cara kerjanya, SSH menggunakan model client-server. Jadi koneksi yang terjadi adalah SSH client melakukan koneksi ke SSH server.

Untuk prosesnya, SSH client melakukan proses koneksi dan menggunakan kunci kriptografi untuk memverifikasi dan mengidentifikasi SSH server. Selama kunci yang dipakai SSH client tidak sama dengan server, koneksi akan gagal.

SSH client mengawali koneksi dengan memanggil SSH server menggunakan aplikasi SSH client (PuTTY di Windows). Kemudian SSH server mengirimkan public key ke SSH client. Kemudian SSH client merespon dengan memberikan pasangan kunci yang diberikan oleh SSH server.

Setelah terverifikasi, maka SSH client dan SSH server bisa memulai membuka koneksi yang aman dan SSH client dapat masuk ke dalam SSH server.

3 Teknologi Enkripsi SSH

Setidaknya ada tiga teknologi yang ditawarkan seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing.

1. Enkripsi Simetris (Symmetric Encryption)

Sesuai dengan namanya, enkripsi simetris merupakan jenis enkripsi memanfaatkan kunci untuk melakukan dekripsi maupun enkripsi data yang dipertukarkan antara client dan server. Algoritma pertukaran kunci berperan pada proses pembuatan enkripsi simetris dalam pertukaran data.

2. Enkripsi Asimetris (Asymmetric Encryption)

Jika enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang dipakai untuk client maupun server, di dalam enkripsi asimetris terdapat dua kunci yaitu kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key).

Kunci publik atau public key secara terbuka dapat dipakai oleh semua client. Tetapi, dalam proses pertukaran data, proses enkripsi hanya bisa dilakukan oleh pasangan public key dan private key –tidak bisa oleh kunci yang berbeda.

3. Hashing

Hashing merupakan salah satu jenis kriptografi yang tidak dapat didekripsi sehingga dinamakan juga one-way-hash. Fungsi dari enkripsi one-way-hash adalah membuat nilai yang panjang dan unik.

Enkripsi ini tentu tentu saja untuk mengamankan setiap data yang sedang dipertukarkan selama proses koneksi SSH berlangsung.One-way-hash ini tidak bisa dipakai di seluruh jenis pertukaran data. SSH hanya menggunakan enkripsi one-way-hash untuk mengecek keaslian dari pesan dan sejenisnya.

Penutup

Pentingnya SSH untuk dipelajari. Apalagi jika Anda sering berhubungan dengan koneksi client-server. SSH mampu mengamankan pertukaran data yang sedang terjadi menggunakan berbagai macam teknologi enkripsi.

Semoga bermanfaat.